| |

Diseminasi Data Acceleration of Stunting Reduction Program (ASRP) Fase IV

Yayasan Warga Upadaya Bogor dan ChildFund Sukses Gelar Diseminasi Capaian ASRP Fase IV di Balaikota Bogor

Acceleration Stunting Reduction Program

Yayasan Warga Upadaya Bogor dan ChildFund Sukses Gelar Diseminasi Capaian ASRP Fase IV di Balaikota Bogor

BOGOR, 10 Juni 2026 – Yayasan Warga Upadaya (YWU) berkolaborasi dengan ChildFund International di Indonesia secara resmi menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Acceleration of Stunting Reduction Program (ASRP) Fase IV Tahun Fiskal 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Sribaduga Balaikota Bogor ini memaparkan raihan positif dari intervensi kolaboratif dalam upaya percepatan penanggulangan stunting dan gizi buruk di akar rumput.

Program ASRP Fase IV ini difokuskan secara presisi pada lima kelurahan lokus stunting di Kota Bogor, yang meliputi Kelurahan Pamoyanan, Rangga Mekar, Mulyaharja, Babakan Pasar, dan Cikaret. Mengadopsi sasaran utama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, program ini membidik langsung para ibu hamil serta orang tua yang memiliki balita di bawah usia dua tahun (baduta) dengan kondisi kerentanan seperti stunting, wasting, maupun underweight.

Siti Aisah (Icha), Health and Nutrition Specialist ChildFund International di Indonesia, dalam paparannya menegaskan bahwa pendekatan konvergensi gizi dan kampanye perubahan perilaku komunitas ini membuahkan hasil yang memuaskan. “Melalui 12 sesi kelas intensif, ASRP terbukti efektif mengedukasi masyarakat. Evaluasi akhir kami mencatat adanya peningkatan kapasitas pengetahuan kader sebesar 61,1%, sementara tingkat literasi kesehatan dan gizi di kalangan orang tua melonjak sangat signifikan hingga 81%,” jelasnya.

Efektivitas program tidak hanya terlihat dari sisi pemahaman, tetapi juga bermanifestasi langsung pada indikator klinis perbaikan gizi. FE. Eriyanto, selaku Pimpinan Yayasan Warga Upadaya, mengungkapkan progres pemulihan metrik antropometri balita yang didampingi selama fase ini. Berdasarkan data evaluasi endline, balita yang mengalami gizi kurang (wasted) berhasil dipangkas tajam dari 8 anak menjadi 2 anak. Pada parameter berat badan sangat kurang (severely underweight), beban kasus sukses diturunkan sebesar separuhnya, dari 10 kasus menjadi hanya 5 anak. Sementara itu, angka pengerdilan kronis (stunted) juga menunjukkan penurunan dari 14 anak menjadi 10 anak.

Pencapaian luar biasa ini merupakan buah manis dari inisiatif akar rumput yang sangat aplikatif, salah satunya melalui lokakarya kelas memasak MPASI bernutrisi dari bahan pangan lokal yang terjangkau, seperti inovasi “Steak Tempe”.

Keberhasilan ASRP Fase IV di Kota Bogor kembali membuktikan bahwa pengentasan angka stunting bukan sekadar perbaikan akses pangan, melainkan tentang pembongkaran pola asuh dan sinergi lintas sektor yang masif. Mewujudkan target nasional perbaikan gizi memerlukan komitmen dan orkestrasi kuat, yang dalam hal ini melibatkan harmonisasi antara keluarga, masyarakat, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Bapperida, Dinas Kesehatan, kader posyandu, hingga entitas non-pemerintah secara berkelanjutan. (HS)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *