Ammar dalam kegiatan penghargaan Bogor Innovation Award 2026.
| |

Ammar dan Smart Infus: Cerita Perubahan CAP Fase II hingga Juara Harapan II BIA 2026

CERITA PERUBAHAN · CAP FASE II · KOTA BOGOR

Ammar, Smart Infus, dan keberanian yang bertumbuh

Peserta CAP Fase II ini meraih Juara Harapan II Bogor Innovation Award 2026. Di balik penghargaan itu, ada perjalanan belajar: mengembangkan kemampuan teknologi dan berani memperkenalkan karya di hadapan orang lain.

KOTA BOGOR — Saat mendaftar Champion Ambassador Project (CAP) Fase II, Ammar sudah memiliki minat kuat pada pemrograman. Ia pernah belajar membangun sistem digital secara mandiri dan mencari pengetahuan dari praktisi melalui media sosial. Ia datang dengan kemampuan yang sudah dirintis, sekaligus keinginan untuk berkembang lebih jauh.

Dalam catatan awal atau baseline, Ammar menyebut keterbatasan alat dan biaya sebagai hambatan. Ia juga ingin memperkuat komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan berbicara di depan publik. Baginya, menguasai teknologi perlu berjalan bersama kemampuan menjelaskan gagasan dan membangun kerja sama.

Beberapa bulan kemudian, jawaban survei evaluasinya memperlihatkan langkah yang telah ia tempuh. Ammar melaporkan pengembangan Smart Infus Monitoring System dan keberhasilan meraih Juara Harapan II Bogor Innovation Award (BIA) 2026. Ia juga menceritakan pengalaman mempresentasikan karya pada kegiatan Hari Anak Nasional 2026 dan di hadapan dewan juri.

Ammar menerima penghargaan dalam ajang Bogor Innovation Award 2026.
Ammar dalam penyerahan penghargaan BIA 2026. Karya Smart Infus meraih Juara Harapan II. Dokumentasi YWU.

Dari barisan kode menuju karya yang bisa dijelaskan

Smart Infus merupakan prototipe pemantauan infus berbasis teknologi. Secara sederhana, gagasannya adalah membantu pemantauan melalui informasi dari alat. Dalam cerita ini, karya tersebut menjadi contoh bagaimana minat pada pemrograman berkembang menjadi percobaan untuk menjawab kebutuhan nyata. Statusnya sebagai prototipe tetap perlu dibedakan dari alat medis yang telah teruji dan siap digunakan dalam pelayanan kesehatan.

Melalui CAP Fase II, Ammar menerima dukungan laptop yang, menurut evaluasinya, digunakan setiap hari. Ia mengikuti pendampingan sesuai bidang dan pembelajaran untuk mengenali diri serta menyusun tujuan. Ia menilai pendampingan individual membantunya memahami langkah yang perlu ditempuh untuk mengembangkan keahlian.

Perubahan yang ia ceritakan juga menyentuh keberanian. Ammar menggambarkan dirinya semakin berani mengambil peluang dan tampil di depan publik. Bagi pembaca awam, perubahan itu dapat dipahami melalui perjalanan sederhana: memiliki ide, mencoba mewujudkannya, lalu berani menjelaskan cara kerja dan manfaatnya kepada orang lain. Penghargaan BIA menjadi salah satu penanda perjalanan tersebut.

Satu program, beragam perjalanan

Ammar adalah salah satu dari 25 peserta CAP Fase II yang didampingi Yayasan Warga Upadaya Bogor bersama ChildFund International di Indonesia. Program ini mendukung talenta berbasis STEM—sains, teknologi, rekayasa, dan matematika—melalui dukungan perangkat, pendampingan mentor, serta pembelajaran komunikasi, kerja sama, dan rencana masa depan.

Untuk membaca perkembangan peserta, tim menelaah jawaban saat pendaftaran atau baseline dan survei evaluasi atau endline. Pertanyaannya dekat dengan keseharian: apa yang sudah bisa dilakukan ketika bergabung, bantuan apa yang dibutuhkan, dan perubahan apa yang dirasakan selama mengikuti program?

Kesempatan belajar membuka ruang untuk mencoba

Khalilah, misalnya, sudah menyukai menggambar dan membuat poster ketika mendaftar, tetapi menghadapi kendala alat. Dalam evaluasi, ia menceritakan pengalaman membuat desain bangunan dan interior tiga dimensi dengan dukungan laptop. Ia juga merasa lebih berani mengikuti kegiatan dan lebih mengenali diri. Minat yang sudah dimiliki mendapat ruang untuk dicoba dalam bentuk karya yang berbeda.

Zaira berangkat dari ketertarikan pada perhitungan dan analisis keuangan. Dalam evaluasi akhir, ia melaporkan pengembangan alat bantu berbasis Excel untuk membantu pelaku usaha kecil menghitung biaya produksi, harga jual, dan perkiraan keuntungan. Pengetahuan angka mulai diterapkan menjadi rancangan yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari.

Mentor bidang analisis data menjelaskan bahwa keterbatasan perangkat sebelumnya menyulitkan peserta mengakses Excel sesuai kebutuhan belajar. Dukungan laptop memungkinkan mereka mencoba fitur pengolahan data yang lebih lanjut. Mentor melihat perkembangan pengetahuan dan kreativitas, sekaligus mengingatkan bahwa perubahan konkret tetap perlu diukur dan ditelaah lebih lanjut.

Perubahan juga terlihat dalam kebiasaan sehari-hari

Bagi Ayu, perubahan terasa saat bekerja bersama. Ia melaporkan telah membuat website dan mulai lebih berani menyampaikan ide. Dalam evaluasinya, ia membandingkan kebiasaan sebelumnya yang lebih sering diam dan menunggu instruksi dengan keberanian mengambil inisiatif yang mulai tumbuh.

Hanipah menceritakan perkembangan dalam cara mengerjakan proyek. Kebiasaan menunda hingga mendekati tenggat mulai diganti dengan rencana kerja mingguan. Ia juga melaporkan semakin memahami cara menelusuri kesalahan pada program dan menyusun website secara terstruktur. Target kecil dan latihan yang berulang menjadi bagian dari proses belajar tersebut.

Memberi ruang agar potensi terus berkembang

Cerita Ammar dan teman-temannya menunjukkan beberapa bentuk perkembangan yang dilaporkan selama CAP Fase II: keterampilan yang makin digunakan, gagasan yang mulai menjadi karya, serta keberanian dan kebiasaan bekerja yang bertumbuh. Usaha peserta sendiri, dukungan mentor, dan akses berlatih menjadi bagian yang saling melengkapi dalam perjalanan ini.

Pengalaman setiap peserta tetap berbeda. Penghargaan, prototipe, dan cerita perubahan perlu dibaca sesuai bukti serta tahap perkembangannya. Pendampingan lanjutan tetap dibutuhkan agar kemampuan tersebut terus dilatih dan karya dapat diperbaiki.

Bagi Ammar, Juara Harapan II BIA menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Bersama cerita teman-temannya, pencapaian itu memperlihatkan pentingnya kesempatan bagi anak dan orang muda untuk belajar, memperkenalkan karya, dan menemukan peran yang ingin mereka jalani.

Catatan sumber dan perlindungan peserta: Artikel bersumber dari baseline pendaftaran, survei evaluasi CAP Fase II pada September 2026, dan masukan mentor yang tersedia hingga 15 Oktober 2026. Cerita individu disajikan sebagai pengalaman yang dilaporkan peserta, bukan bukti bahwa seluruh perubahan disebabkan program. Nama menggunakan nama panggilan; nama lengkap, usia, sekolah, kontak, dan lokasi rinci tidak ditampilkan. Lokasi cerita dibatasi pada Kota Bogor.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *