Perjalanan CAP Fase II

YAYASAN WARGA UPADAYA BOGOR × CHILDFUND

Talenta tumbuh. Karya hadir. Bogor bergerak.

25 anak dan orang muda mengembangkan potensi melalui STEM, mentoring, dan kolaborasi untuk masyarakat.

Dokumentasi bersama peserta dan pendamping CAP.
Bersama anak dan orang muda · Dokumentasi YWU

25

Peserta CAP Fase II

9

Klaster talenta

4

Rancangan proyek

BOGOR — Mengembangkan talenta membutuhkan kesempatan belajar, pendampingan, serta ruang untuk mencoba dan memperbaiki karya. Melalui Champion Ambassador Project (CAP) Fase II, Yayasan Warga Upadaya Bogor bersama ChildFund International di Indonesia mendampingi 25 anak dan orang muda untuk menghubungkan potensi diri dengan kontribusi bagi masyarakat.

Perjalanan CAP Fase II memadukan pengembangan keterampilan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), keterampilan sosial emosional, kepemimpinan, dan kolaborasi. Peserta didorong mengenali kemampuan, menyusun karya, menerima umpan balik, serta belajar menjawab persoalan di lingkungan sekitarnya.

01 / MENGENALI POTENSI

Setiap talenta punya ruang untuk tumbuh

Pemetaan minat dan kebutuhan peserta menjadi dasar untuk menentukan arah pendampingan. Sebanyak 25 peserta membawa sembilan klaster talenta yang saling melengkapi.

Keragaman tersebut membentuk jalur belajar yang berbeda. Dukungan perangkat dan mentoring diarahkan sesuai kebutuhan pengembangan talenta dan karya. Karya yang sedang dikembangkan mencakup website, proyek IoT, desain, foto, video, pengolahan data, serta proyek otomotif. Kemajuan setiap peserta ditelaah melalui proses pendampingan, catatan perkembangan, dan bukti karya yang tersedia.

9 klaster: Videografi · Fotografi · IoT & jaringan · Digital marketing · Arsitektur & interior · Analisis data · Desain grafis · Otomotif · Pemrograman.

Karya peserta: Smart Infus

Dokumentasi Amar dalam kegiatan penghargaan inovasi.
Dokumentasi Smart Infus Amar · CAP Fase II
Amar pada kegiatan penghargaan inovasi.
Perjalanan talenta menuju karya · Dokumentasi YWU

02 / BELAJAR & BERTUMBUH

Langkah demi langkah, menuju kerja bersama

20 September 2026 · Coaching dan pemetaan potensi

Di Kantor YWU, peserta CAP Fase II dan alumni CAP Fase I memetakan kemampuan, progres karya, hambatan, dan bantuan yang dibutuhkan. Empat pertanyaan menjadi pintu masuk refleksi bersama: Saya Bisa, Saya Sedang Membuat, Saya Butuh Bantuan, dan Kita Bisa.

Melalui proses ini, peserta memetakan kemampuan, progres karya, hambatan, dan bantuan yang dibutuhkan. Pertemuan tersebut juga membuka peluang untuk bekerja lintas talenta. Alumni CAP Fase I terlibat dalam pembelajaran sebaya, berbagi pengalaman, dan memberikan masukan bagi peserta Fase II.

Keluarga menjadi bagian dari perjalanan

Perjalanan belajar peserta turut melibatkan keluarga. Pada 24 September 2026, sesi parenting bersama psikolog di Kantor YWU diikuti 17 orang tua atau pengasuh. Pembahasan meliputi perkembangan remaja, komunikasi yang terbuka, dukungan emosional, serta pendampingan minat, penggunaan perangkat, dan pilihan masa depan anak.

Refleksi orang tua melengkapi pemahaman tim mengenai pengalaman peserta. Dukungan keluarga menjadi bagian dari lingkungan belajar yang membantu anak dan orang muda mengembangkan potensi secara berkelanjutan.

Design Thinking: dari masalah menuju gagasan

Pada 25–27 September 2026, Bootcamp Design Thinking berlangsung di Wisma Giri Kembang, Cipanas, Puncak. Kegiatan ini diikuti 23 peserta CAP Fase II dan tujuh alumni CAP Fase I sebagai pendamping sebaya, dengan dukungan tim YWU dan ChildFund.

Peserta berlatih memahami kebutuhan pengguna, merumuskan masalah, mengembangkan alternatif solusi, dan menyusun rancangan proyek. Proses dilanjutkan dengan presentasi atau pitching, tanya jawab, serta penilaian kelayakan. Setelah membahas berbagai persoalan di Bogor, peserta memilih isu lingkungan sebagai fokus kolaborasi.

Lokakarya menghasilkan empat rancangan proyek lingkungan. Dalam penilaian akhir September, satu rancangan mendapat status GO untuk dilanjutkan ke tahap implementasi, sedangkan tiga lainnya memerlukan revisi. Catatan penilaian menjadi bahan penyempurnaan masalah, sasaran, kelayakan teknis, pembagian peran, dan rencana pengujian.

03 / TALENTA UNTUK KOMUNITAS

Beragam kemampuan, saling melengkapi

PIRU

Pilah Runtah

Salah satu gagasan hasil lokakarya adalah proyek pemilahan sampah yang kini menggunakan nama PIRU (Pilah Runtah). Pada lokakarya September, rancangan ini masih menggunakan nama Trash Smart dan memperoleh status GO. Status tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan pengembangan dan pengujian, dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis serta keselamatan penggunaan.

Gembul

Edukasi & sampah organik

Gagasan untuk jalur edukasi dan pengolahan sampah organik.

EverWear

Guna ulang tekstil

Gagasan pemanfaatan kembali tekstil melalui proses guna ulang.

Smart Kolecer

Pendalaman konsep

Masih memerlukan pendalaman konsep dan kelayakan teknis.

Melalui checkpoint pada 2 dan 4 Oktober 2026, arah kolaborasi diperjelas agar gagasan tersebut saling melengkapi dalam alur pemilahan, pencatatan, pengolahan, dan pemanfaatan material.

Dalam kolaborasi ini, peserta mendapat ruang untuk mengambil peran sesuai talenta. Pemrograman dan IoT mendukung fungsi teknologi; desain dan arsitektur membantu bentuk serta komunikasi visual; analisis data mendukung pencatatan; fotografi dan videografi mendokumentasikan proses; sementara digital marketing dan keterampilan otomotif berkontribusi pada komunikasi, jejaring, serta kebutuhan teknis yang relevan.

04 / MELANJUTKAN PERJALANAN

Karya bertumbuh melalui proses dan umpan balik

Tahap lanjutan diarahkan pada penyempurnaan karya, pengujian, penyusunan portofolio, dan persiapan showcase. Perkembangan individual tetap menjadi pusat perhatian: kemampuan yang dilatih, kontribusi yang diberikan, umpan balik yang diterima, serta rencana pengembangan setelah program.

Pengumpulan data evaluasi, cerita perubahan, catatan mentor, dan refleksi keluarga juga terus dilakukan untuk membaca hasil program secara lebih utuh. Prototipe, konsep, dan karya yang masih dikembangkan perlu ditampilkan sesuai tingkat kesiapan masing-masing.

Ruang untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi.

Melalui CAP Fase II, YWU bersama ChildFund membuka ruang bagi anak dan orang muda untuk belajar menggunakan talenta dalam kehidupan nyata. Perjalanan dari minat menuju karya dan kolaborasi menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai agen perubahan bagi komunitasnya.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *